Dokumen Requirement Engineering Mobil Odong-odong UPI

Posted by ghifarirama on Mar 10, 2019

DOKUMEN REQUIREMENT ENGINEERING MOBIL HIJAU UPI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak

Eddy Prasetyo Nugroho, M.T.

 

  

Oleh :

 

 Ghifari Ramadhika Permana          1704814

Salsabila Febriana H                        1705169

Irfan Adi Pratama                              1703130

 

 

 

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2019

 

 

 

Hasil Kunjungan ke Mobil Hijau UPI ( Odong – odong UPI)

        Mobil hijau UPI merupakan salah satu transportasi umum yang dikelola oleh bagian pool kendaraan. Pool kendaraan memiliki tugas utama sebagai penyedia layanan transportasi UPI. Terdapat 5 Mobil hijau yang ada di pool kendaraan UPI. yang dimana setiap mobil memiliki 11 kursi (termasuk dengan kursi supir). Untuk titik utama mobil hijau berada di Museum UPI.

Rute Mobil hijau UPI ( Odong – odong ) :

Museum 》 FPEB 》 Balai Bahasa / LPPM 》 Perpustakaan / FIP 》 Gymnas 》 FPMIPA C / FPOK 》 FPMIPA A 》 FPMIPA B》 Labschool 》 FPIPS / FPSD 》 University Centre 》 FPEB 》Museum        

      Aturan kerja untuk Mobil Hijau UPI dimulai pada pukul 07.30 – 09.00 . Supir untuk kendaraan mobil hijau bergantian setiap hari . Kendala saat mengendarai mobil hijau adalah saat hujan dimana jika terjadi hujan mobil hijau tidak bisa beroperasi. Mobil hijau upi bisa digunakan selain dari jam kerja baik oleh fakultas atau pun mahasiswa tergantung dengan kebutuhannya. Untuk peminjaman mobil hijau ini bisa melalui pool kendaraan yang berada di belakang Dormitory atau melalu telpon.

      Mahasiswa cukup mengetahui mengenai adanya mobil hijau tetapi belum mengetahui rute kendaraannya. Kepala pool berharap jika adanya aplikasi untuk mobil hijau UPI ini dapat membantu untuk penumpang dimana dalam aplikasinya terdapat rute, jadwal dan informasi karyawan atau pengelola mobil hijau.

Dokumentasi Berada dalam Google drive dibawah ini

DOKUMENTASI INDVIT 


Model Proses Terkini Yang Berkembang Pada Industri TI

Posted by ghifarirama on Feb 27, 2019

Saat bekerja dalam tim untuk mengerjakan suatu proyek sangatlah penting menentukan Metodologi pengembangan perangkat lunak dan Proses pengembangan perangkat lunak yang akan digunakan. Metodologi pengembangan perangkat lunak sendiri adalah sebuah metodologi yang digunakan untuk membuat struktur, rencana, dan kontrol pengerjaan suatu proyek, sedangkan Proses pengembangan perangkat lunak adalah model-model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak. Ada beberapa model Metodologi pengembangan perangkat lunak diantaranya : waterfall, fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.Terdapat enam langkah yang digunakan dalam Metodologi pengembangan perangkat lunak, yaitu :

• Perencanaan, pada langkah ini pengembang dan klien membuat rencana tentang kebutuhan dari perangkat lunak yang akan dibuat.

• Implementasi, bagian dari proses dimana programmer melakukan pengkodean perangkat lunak.

• Tes perangkat lunak, disini perangkat lunak yang telah dibuat di tes oleh bagian kontrol kualitas agar bug yang ditemukan bisa segera diperbaiki dan kualitas perangkat lunak terjaga.

• Dokumentasi, setelah dilakukan tes perangkat lunak langkah selanjutnya yaitu proses dokumentasi perangkat lunak untuk mempermudah proses maintenanance kedepannya.

• Deployment, yaitu proses yang dilakukan oleh penjamin kualitas untuk menguji kualitas sistem. Setelah sistem memenuhi syarat maka perangkat lunak siap dideployment.

• Pemeliharaan, langkah terakhir yaitu pemeliharaan. Tidak ada perangkat lunak yang 100% bebas dari bug, oleh karena itu sangatlah penting agar perangkat lunak dipelihara secara berkala.

.

1. Agile Method

Definisi

Agile Development Methods adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Agile development methods merupakan salah satu dari Metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Agile memiliki pengertian bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada.Sehingga saat membuat perangkat lunak dengan menggunakan agile development methods diperlukan inovasi dan responsibiliti yang baik antara tim pengembang dan klien agar kualitas dari perangkat lunak yang dihasilkan bagus dan kelincahan dari tim seimbang.

Agile Manifesto

Agile development methods terdefinisi dalam empat nilai, biasa di sebut Agile Alliance’s Manifesto,diantaranya :

• Interaksi dan personel lebih penting daripada proses dan alat, di dalam agile interaksi antar anggota tim sangatlah penting, karena tanpa adanya interaksi yang baik maka proses pembuatan perangkat lunak tidak akan berjalan sesuai rencana.

• Perangkat lunak yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, saat melakukan proses demonstrasi kepada klien, perangkat lunak yang berfungsi dengan baik akan lebih berguna daripada dokumentasi yang lengkap.

• Kolaborasi dengan klien lebih penting daripada negosiasi kontrak, salah satu ciri dari agile adalah klien menjadi bagian dari tim pengembangan perangkat lunak. Kolaborasi yang baik dengan klien saat proses pembuatan perangkat lunak sangatlah penting ketika menggunakan agile. Karena fungsi-fungsi dari perangkat lunak yang dikembangkan harus terus menerus dibicarakan dan diimprovisasi disesuaikan dengan keinginan klien.

• Respon terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana, agile development methods berfokus terhadap kecepatan respon tim ketika klien menginginkan perubahan saat proses pembuatan perangkat lunak.

Agile Prinsip

• Prioritas utama proses agile adalah memuaskan klien dengan menghasilkan perangkat lunak yang bernilai dengan cepat dan rutin.

• Menyambut perubahan kebutuhan, walaupun terlambat dalam pengembangan perangkat lunak. Proses Agile memanfaatkan perubahan untuk keuntungan kompetitif klien.

• Menghasilkan perangkat lunak yang bekerja secara rutin, dari jangka waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, dengan preferensi kepada jangka waktu yang lebih pendek.

• Rekan bisnis dan pengembang perangkat lunak harus bekerja sama tiap hari sepanjang proyek.

• Kembangkan proyek di sekitar individual yang termotivasi. Berikan mereka lingkungan dan dukungan yang mereka butuhkan, dan percayai mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

• Metode yang paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi dari dan dalam tim pengembang perangkat lunak adalah dengan komunikasi secara langsung.

• Perangkat lunak yang bekerja adalah ukuran utama kemajuan.

• Proses agile menggalakkan pengembangan berkelanjutan. Sponsor-sponsor, pengembang-pengembang, dan pengguna-pengguna dapat mempertahankan kecepatan tetap secara berkelanjutan.

• Perhatian yang berkesinambungan terhadap keunggulan teknis dan rancangan yang baik meningkatkan Agility.

• Kesederhanaan (memaksimalkan sumber daya yang tersedia) adalah hal yang amat penting.

• Arsitektur, kebutuhan, dan rancangan perangkat lunak terbaik muncul dari tim yang yang dapat mengorganisir diri sendiri.

Ciri-ciri

• Suatu proyek lebih cepat rilis.

• Perubahan requirement dapat sering dilakukan.

• Interaksi antara client dengan developer dalam menentukan langkah proyek berikutnya

• Proyek dibangun antar tim.

• Tim mengorganisasikan dirinya sendiri.

• Tim bekerja dalam kecepatan yang bisa dipertahankan.

• Tim dapat mereview tingkat keberhasilan dan kegagalan mereka.

• Desain dan implementasi disusun sesederhana mungkin.

Kelebihan Agile Method

• Proses Iterative dan Incremental.

• Requirement dapat berubah sewaktu-waktu.

• Pelacakan requirement dengan melihat Backlog produk.

• Keterlibatan user secara aktif.

• Rilis yang lebih cepat dan berkala, fungsi dirilis setiap akhir iterasi.

• Testing dilakukan setiap saat.

Kekurangan Agile Method

• Interaksi dengan client yang kadang terlalu berlebihan.

• Agile sulit diimplementasikan dalam proyek yang berskala besar.

• Waktu perencanaan proyek yang singkat.

• Membutuhkan manajemen tim yang terlatih.

 

2. Scrum Development Methodolgy

Definisi

Scrum merupakan framework agile yang cukup populer. Scrum memecah organisasi menjadi tim-tim kecil yang mengorganisasikan dirinya sendiri dan mengerjakan tugas-tugas kecil.

Framework ini baik untuk diterapkan dalam membangun kultur perusahaan/ organisasi. Framework ini bisa digunakan untuk membuat sebuah minimum viable product (MVP) maupun pengembangan produk yang kompleks.

Ia juga dapat diterapkan ketika organisasi menginginkan sebuah culture transition, bila telah muncul beberapa syarat:

o Tim Anda sudah terlihat lebih proaktif

o Tak ada lagi yang sekadar menunggu perintah

o Munculnya rasa tanggung jawab dalam tim

o Tim semakin produktif

o Ada perbaikan dalam hal pengujian maupun pengembangan

Scrum ini cocok untuk tipe pengembangan produk yang kompleks, yang membutuhkan requirement yang berubah-ubah. Dalam hal ini, klien memegang peranan kunci dalam pengembangan, sehingga menuntut kesiapan klien/ customer/ business owner untuk bisa berinteraksi dengan tim development setiap saat, untuk memastikan kelancaran pengembangan produk/ proyek. Adapun struktur tim pada framework ini mencakup role-role di Scrum (seperti Scrum Master, Product Owner, dan Dev Team), serta tim lintas fungsi (cross functional).

Selain itu Scrum juga menarik karena scrum lebih condong pada cara me-manage proyek secara praktikal (practical process model). Lebih menuntun tim untuk melakukan hal-hal yang perlu dan menyarankan hal-hal yang tidak perlu dalam menginspeksi proses dan melakukan adaptasi terus meneus untuk menyetir arah dari proses. Tidak seperti metodologi manajemen proyek lain yang cenderung deskriptif dan heavyweight.

Prinsip Scrum Development Methodology

a. Ukuran tim yang kecil melancarkan komunikasi, mengurangi biaya, dan memberdayakan satu sama lainProses dapat beradaptasi terhadap perubahan teknis dan bisnis
b. Proses menghasilkan beberapa software increment
c. Pembangunan dan orang yang membangun dibagi dalam tim yang kecil

d. Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun
e. Proses scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan

Kelebihan Scrum Development Metodology antara lain:

a. Keperluan berubah dengan cepat
b. Tim berukuran kecil sehingga melancarkan komunikasi, mengurangi biaya dan memberdayakan satu sama lain
c. Pekerjaan terbagi-bagi sehingga dapat diselesaikan dengan cepat
d. Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun
e. Proses Scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan

Kekurangan Scrum Development Methodology antara lain :

Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima.

 

3. Kanban

Definisi

Kanban adalah framework yang sangat baik bila digunakan untuk proses kontinyu atau rilis produk harian. Ia juga baik untuk diterapkan dalam proyek-proyek pemeliharaan/ maintenance. Kanban memiliki ciri-ciri alur kerja yang tervisualisasi (visualized workflow), tugas yang dipecah menjadi item-item diskrit, progres kerja yang dibatasi, dan pengaturan tugas-tugas dari backlog.

Oleh karena itu Kanban cocok untuk pengembangan produk/ proyek yang membutuhkan requirement-requirement yang sering berubah-ubah. Sama seperti Scrum, klien/ customer/ business owner memegang peran sentral. Bedanya dengan Scrum, klien hanya diperlukan pada periode-periode tertentu saja, untuk melakukan pendetailan. Sementara struktur tim pada Kanban adalah product owner dan tim yang tak harus permanen.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Agile_Development_Methods

https://medium.com/@makersinstitute/cara-memilih-framework-agile-yang-tepat-9ea80cd199c5

Knowing Agile Development Methodologies: Kanban

 


Posted in Learning || 1 Comment »

Hello world!

Posted by ghifarirama on Feb 27, 2019

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!